Home » , , , » Review: Samsung Galaxy Y Neo (GT-S5312), Varian Galaxy Paling Murah

Review: Samsung Galaxy Y Neo (GT-S5312), Varian Galaxy Paling Murah

Written By immam on Kamis, 16 Januari 2014 | 06.53

Tabloidpulsa.co.id - Nama besar Samsung tentu menjadi alasan banyak orang untuk memilih perangkat besutan vendor Korea ini sebagai ponsel yang digunakan. Menyadari hal tersebut, Samsung pun tampaknya berusaha menyediakan banyak pilihan perangkat untuk semua tingkatan segmen pengguna.

Yang terbaru Samsung bahkan menghadirkan smartphone untuk kelas pemula yang baru ingin mencoba sistem Android dengan harga yang relatif sangat terjangkau untuk sebuah smartphone Android branded lewat Y Neo yang juga dikenal sebagai Pocket Neo di beberapa negera lain. Lalu seberapa layakkah ponsel ini untuk di miliki?
Desain
105x57.8x11.8mm | 100.5 gram| full touchscreen| material plastik| port audio 3.5mm | tombol lock/power| port microUSB, lubang mic| tombol volume
Kecil, tambun dan berbahan plastik membuat ponsel ini terlihat seperti ponsel mainan anak-nak, meski tentu saja bukan.
Samsung Galaxy Y Neo Cover
Tampak benang merah pada desain Y Neo yang terhubung pada desain seri Galaxy yang belakangan hadir seperti S4, S4 Mini, Core Mega dan lainnya. Hanya saja tombol home di sisi muka tampak lebih besar akibat efek proporsi antara ukuran tombol dan bodi ponsel.
Samsung Galaxy Y Neo 1
Mengapit tombol home, terdapat 2 tombol kapasitif yaitu menu dan back di bawah layar. Sementara tombol power/lock dan pengatur volume berada di sisi bersebrangan, tepi kanan dan kiri bodi ponsel.
Samsung Galaxy Y Neo 2
Samsung Galaxy Y Neo 3
Port microUSB yang berfungsi sebagai gerbang penghubung charger dan kebel data menuju komputer diletakkan di sisi bawah sedang port audio jack menghuni sisi atas.

Display
Layar sentuh TFT kapasitif| 256 ribu warna| 240 x 320 pixels| 3.0 inches|~133 ppi pixel density| multi touch
Semungil harganya, ponsel ini dibekali layar seluas 3 inci saja, membuat pengguna dengan ukuran jari besar akan menemukan kesulitan untuk mengetik di papan ketik virtual yang tentunya juga berukuran kecil.
Tak sampai disitu, resolusi layar sebatas QVGA membuat tulisan berukuran kecil  yang tersaji di layar terutama saat browsing artikel di internet menjadi sulit terbaca tanpa melakukan zoom in terlebih dahulu.
Display1
Display2
Dengan kedalaman warna sebatas 256 ribu, sajian warna di layar Y Neo tampak tidak natural oleh saturasi berlebihan.
Kecerahan (brigthness) juga di bawah rata-rata smartphone era terkini, membuat layar sulit terlihat jika digunakan diluar ruangan pada siang hari.
Y Neo tidak dilengkapi ambience sensor yang berguna untuk mengenali kondisi pencahayaan di sekitar untuk disesuaikan dengan tingkat kecerahan layar, alhasil kecerahan layar ponsel ini hanya bisa diatur manual tanpa pilihan auto brightness.

Sistem Operasi dan UI
Android OS| v4.1.2 (Jelly Bean)
Meski termasuk produk kelas pemula, namun sistem Android yang dikantongi Y Neo bukan versi yang usang, karena versi Jellybean tersedia secara default.
Dengan tampilan ala TouchWIZ UI khas Samsung, pengguna disuguhkan ikon, wallpaper, hingga interface yang familiar terutama bagi pengguna setia keluarga galaxy besutan vendro Korea tersebut.
Lockscreen menampilkan informasi waktu dan tanggal dengan 3 buah ikon shortcut aplikasi.
OS Dan UI 1
OS Dan UI 2
OS Dan UI 3
Homescreen terdiri dari 7 panel dengan 2 diantaranya telah dihiasi sejumlah ikon aplikasi dan widget google search pada panel utama.
Beralih ke app drawer. Bagian ini dibagi atas 3 tab yang memisahkan antara aplikasi, widget serta aplikasi yang diunduh oleh pengguna.
Meski layarnya kecil namun area notifikasi di penuhi banyak fungsi dan informasi seperti waktu dan tanggal, 8 buah ikon kontrol cepat (quick toggle) yang memanjang ke samping, jalan pintas menuju menu setting, pengatur tingkat kecerahan layar, dan tentu saja daftar notifikasi.

Hardware dan Benchmark
Single Core Application Processor| 850 MHz| GPU VideoCore IV HW| 512MB RAM| Internal Storage: 4GB| external: microSD, up to 32 GB| baterai Li-Ion 1200mAh
Samsung tampaknya cukup berhasil memadukan antara sistem Android Jelly bean dengan rangkaian perangkat keras dibalik dapur pacunya. Karena meski pun terbilang seadanya, namun chipset berprosesor single core dengan kecepatan yang bahkan tidak mencapai 1GHz, sudah mampu memberi kinerja yang lancar-lancar saja.
Hardware Benchmark1
Hardware Benchmark2
Namun sudah cukup jelas, jika ponsel ini tidak ditujukan bagi pengguna yang gemar bermain game, meski sebenarnya game casual seperti angry bird atau temple run masih bisa dimainkan asalkan tidak berjalan bersama beberapa aplikasi dalam waktu yang sama.
Aplikasi  benchmark Quadrant Standard Edition memberinya skor 2164, sementara dengan aplikasi milik Antutu ponsel ini diberi nilai 6010.
Dari 4GB memori internal yang disediakan, pengguna bisa menggunakan sekitar 1.9GB saja, angka yang tergolong minim dan pastinya pengguna perlu menambahkan memori eksternal dalam bentuk microSD yang sayangnya tidak tersedia pada paket penjualan.

Konektifitas
Dual SIM| Quadband GSM(850/900/1800/1900)|Dualband HSDPA (900/2100)| GPRS | EDGE | HSDPA, 7.2 Mbps| HSUPA, 5.76 Mbps| Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi hotspot| Bluetooth  v4.0| microUSB v2.0
Selain harganya yang tergolong murah untuk kategori smartphone Android branded, daya tarik Y Neo terletak pada sisi konektifitas. Dimana ponsel ini dilengkapi fitur dual SIM dan telah mampu berjalan di jalur data operator kecepatan tinggi, HSDPA.
Konektifitas1
Konektifitas2
Selain itu, pengguna juga diberika alternatif transaksi data melalui bluetooth ataupun sambungan nirkabel wifi yang bisa dibagikan ke perangkat lain melalui fitur wifi hotspot.

Kamera
2MP| 1600x1200 pixels| Perekam video QVGA@15fps
Interface kamera Y Neo tampak familiar dengan membagi menempatkan 2 bagian kontrol di sisi kanan dan kiri layar (pada orientasi landscape).
Di sisi kanan terletak switch antara mode kamera foto dan perekam video, tombol shutter virtual, dan shortcut menuju galeri. Di sisi berseberangan, terdapat 4 buah ikon pengaturan yang secara default adalah shooting mode, effects, brightness/EV (exposure value) dan settings.
Kamera1
Kamera2
Selain settings, ikon pengaturan di sisi kanan viewfinder ini bisa diganti dengan pilihan pengaturan lain yang lebih sering digunakan seperti misalnya metering, scene mode, timer, resolusi, white balance, dan guidelines (garis pandu untuk komposisi objek).
Ponsel ini memiliki 4 pilihan shooting mode (termasuk panorama), 4 efek warna dan 9 scene mode.
Bicara hasil, bidikan Y Neo tidak istimewa namun tidak pula begitu buruk. Setidaknya pengguna masih bisa melihat jelas objek foto ketika memotret di dalam ruangan dengan pencahayaan standar indoor meski tentunya banyak noise yang terlihat.

Hasil Kamera
Photo1
Photo2
Photo3
Photo4

Kelebihan
Harga relatif murah
Android Jellybean
Dual SIM
Kekurangan
Prosesor singlecore dengan kecepatan minim
Fitur terbatas
Kualitas hasil kamera rendah
Kesimpulan
Jika tujuan Anda hanya untuk sekedar mencicipi sistem Android beserta sejumlah aplikasi bawaan khasnya yang popularitasnya seperti sulit tuk tertandingi untuk beberpapa tahun ke dapan, Y Neo bisa jadi pilihan tepat karena di samping harganya yang bersahabat, paduan Android versi Jellybean dan TouchWIZ UI seperti menjadi garansi pengalaman penggunaan (user experience) menarik ber-Android.
Namun jika Anda bermaksud untuk menjajal pengalaman ber-Androd lebih jauh dengan menambahkan banyak game dan aplikasi ke dalam ponsel ini, sepertinya Y Neo akan memberi Anda beberapa masalah performa yang "laggy".
Penulis: Anwar Aburizal
List

0 comments:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar sesuai dengan topik yang dibicarakan dan jangan meninggalkan SPAM !